Minggu, 09 November 2008

SAMPEL

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering berinteraksi dengan sampel. Tidak kita sadari tapi sering kita melakukan pengambilan sampel dalam berbagai segi kehidupan ini. Misalnya, pedagang kacang rebus menawarkan beberapa biji kacangnya untuk dicoba pembeli. Bila pembeli merasa cocok dengan rasanya, pembeli akan membeli seliter dua liter. Misalnya, pedagang jeruk ingin membeli hasil panen dari petani jeruk. Sang pedagang akan mencoba satu dua biji jeruk, bila rasanya memuaskan sang pedagang akan memborong semua hasil panen dari petani jeruk. Dua pemisalan di atas merupakan contoh pengambilan sampel dalam kehidupan sehari-hari. Mengapa dibutuhkan pengambilan sampel ?.

Tentu saja untuk mengetahui gambaran keseluruhan dari produk yang diambil sampelnya.

Dalam ilmu statistika, sampel adalah bagian dari populasi. Populasi adalah suatu semesta pembicaraan tentang sesuatu. Pada pemisalan di atas populasi adalah segerobak kacang rebus dan sekarung hasil panen jeruk. Pertanyaan yang timbul kemudian adalah apakah dengan mencoba satu dua kacang rebus sudah menggambarkan rasa dan kualitas segerobak kacang rebus ? atau apakah dengan mencoba satu dua biji jeruk sudah menggambarkan manis tidaknya seluruh jeruk dalam karung ?. Ada ketidakpastian disini.

Ilmu statistika adalah suatu ilmu yang mempelajari cara merancang, mengumpulan, menganalisa data sampel untuk diperoleh suatu kesimpulan tentang populasi dalam keadaan ketidakpastian tertentu.

Dalam pemisalan diatas, pengambilan satu dua biji kacang rebus belum tentu menggambarkan rasa kacang rebus secara keseluruhan namun dengan mencoba satu dua biji kacang rebus, pembeli merasa yakin akan rasa kacang rebus keseluruhan. Bila ingin memastikan keseluruhan rasa kacang rebus adalah dengan mencobanya semuanya. Tentu saja sang penjual tidak akan mengizinkan. Pertanyaannya kemudian adalah berapa biji kacang rebus yang boleh dijadikan tester oleh pembeli dan penjual tidak merasa rugi?. Semua tergantung oleh kebijakan penjual.

Namun dalam masalah perdagangan jeruk skala besar, pengambilan sampel merupakan masalah yang penting bagi pedagang juga bagi petani jeruk. Berapa jumlah sampel yang diambil pedagang agar yakin bahwa jeruk yang dibeli rasanya memuaskan. Berapa jumlah sampel yang dijadikan tester oleh petani agar tidak rugi. Mencari titik temu memerlukan disiplin ilmu tersendiri. Dalam ilmu statistika ada sub bab tentang teknik sampling. Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan sebelum penentuan jumlah sampel yaitu (1) derajat keseragaman. Jeruk dari jenis varitas yang sama, diameter jeruk kelihatan sama secara umum, warna kulit. Bila ada perbedaan yang menonjol, perlu dipisahkan dahulu sebelum pengambilan sampel. (2) rencana analisis. Apa saja yang akan dilihat dari kualitas tersebut. Rasanya, diameternya, kehalusan kulitnya (tidak cacat). Sehingga dari sampel dapat diperoleh perkiraan keadaan populasi. Berapa persen yang cacat, berapa persen yang kualitasnya memuaskan. (3) biaya, waktu dan tenaga yang tersedia. Berapa dana yang tersedia untuk membeli sampel. Tentu saja disesuaikan dengan kemampuan karena bila sampelnya kurang memuaskan, pedagang bisa saja membatalkan pembelian secara keseluruhan hasil panen. waktu dan tenaga untuk merasa sampel juga perlu dipertimbangkan merupakan orang-orang kepercayaan sang pedagang sehingga lebih obyektif.

Semakin besar jumlah sampel tentu saja akan lebih menggambarkan kualitas dari populasi